Bersikap Positif Dalam Dakwah Islamiyah

SIFAT

Islam telah menetapkan aturan bertetangga sebagai konsekuensi dari eksistensi manusia sebagai makhluk sosial. Islam menjamin hak-hak tetangga dengan aturan yang sempurna. Berbeda dengan aturan bertetangga produksi manusia yang mengalami banyak kekurangan. Tingginya perhatian islam terhadap hak bertetangga digambarkan dalam sebuah hadits bahwa jibril alaihissalam senantiasa menasehati Rasulullah Saw tentang hak tetangga, sampai-sampai Rasulullah Saw mengira bahwasanya tetangga akan menjadi salah satu ahli warisnya kelak saat beliau telah meninggal dunia.

Oleh: Ustadz Dr Taufiq Azhar Hulaimi, MA

Khutbah Pertama

اللهُ أَكبرِ ، ألله أَكبرَ ، اللهُ أَكبرِ.

اللهُ أَكبرِ ، ألله أَكبرَ ، اللهُ أَكبرِ.

اللهُ أَكبرِ! اللهُ أَكبرِ ، اللهُ أَكبرِ ، لَا إله إلّا اللهَ ، وَاللهَ أَكبرَ ، اللهُ أَكبرِ ، ولله الْحَمْدَ . اللهُ أَكبرِ كَبِيرَا ، وَالْحَمْدَ لله كَثِيرَا ، وَسُبْحَانَ اللهَ بِكْرَةٍ وأصيلا .

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ )[آل عمران: 102]

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا )[النساء: 1]

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا 70(يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 71)[الأحزاب: 70-71]

أَمَا بَعْدَ :

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Hari ini adalah hari kebahagiaan bagi kaum Muslimin.

Hari ini adalah hari-hari menikmati makanan, menikmati minuman, juga hari-hari kita berdzikir kepada Allah. Rasulullah bersabda,

قَالُ رَسُولِ اللهِ:( إِنَّ هَذِهِ الأيام أيام أَكُلَّ وَشربَ وَذكرَ لله )

Pada hari ini jutaan umat Islam mengumandangkan Takbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Teriakan Takbir kita menunjukan puncak penghambaan kita kepada Allah. Kita mengakui tiada daya dan upaya, prestasi apapun yang kita ciptakan semata-mata hanya karunia Allah.

اللهُ أَكبرِ ، ألله أَكبرَ ، اللهُ أَكبرِ.

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Pada Hari ini disunnahkan untuk menyembelih hewan qurban. Hukum qurban yaitu sunnah muakkadah. Bagi yang mampu makruh meninggalkannya. Allah Berfirman,

(إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ 1 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ2 إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ) [الكوثر:1-3]

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (Al-Kautsar 1-3).

عن عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ: قال ما عَمِلَ آدَمِيٌّ من عَمَلٍ يوم النَّحْرِ أَحَبَّ إلى اللَّهِ من إِهْرَاقِ الدَّمِ

“Amalan yang paling disukai Allah di hari Qurban adalah menyembelih.”

Disunnahkan bagi setiap kepala keluarga untuk menyembelih qurban. Satu hewan qurban cukup untuk satu keluarga. Ibadah ini sunnah kifayah.

كان الرَّجُلُ في عَهْدِ النبي، يُضَحِّي بِالشَّاةِ عنه وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ ثُمَّ تَبَاهَى الناس فَصَارَ كما تَرَى

Di zaman Rasulullah, setiap laki-laki berqurban dengan seekor domba, qurban tersebut untuk diri sendiri dan untuk keluarganya. Mereka memakan dagingnya dan bersedekah dengannya. Kemudian masyarakat merasa bangga dengan hal tersebut. Maka jadilah seperti yang Anda lihat sekarang.

Daging qurban dibagikan tiga bagian, sepertiga buat yang berqurban, sepertiga buat hadiah, dan sepertiga buat faqir miskin. Dibolehkan untuk menyimpan daging tersebut untuk dikonsumsi di hari-hari berikutnya.

قَالُ رَسُولِ اللهِ ‹› صَلَّى اللَّهُ عَلَيه وَسَلْمَ : كَلُوا وَأَطْعَمُوا وأدخروا .

”Makanlah, Bersedekahlah, dan simpanlah!”

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Ibadah Qurban disyariatkan untuk mengenang pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Allah Ibrahim Alaihissalam. Di samping itu ibadah qurban disyariatkan untuk menciptakan kebahagiaan yang merata bagi semua manusia di hari raya.

(وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ)

[الحج: 36]

”Dan telah kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (Al-Hajj: 36)

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Ibadah Qurban mengajarkan kepada kita nilai pengorbanan. Dalam istilah Islam biasa disebut at-tadh-hiyah. Hal ini mengisyaratkan bahwa beragama, bukan hanya sekadar ibadah shalat, zakat, puasa, haji, dzikir saja, akan tetapi ada perjuangan yang membutuhkan pengorbanan. Perjuangan tersebut adalah menegakkan agama Allah dengan segala aturanya di muka bumi ini.

Dalam lantunan takbir yang kita kumandangkan terdapat makna perjuanagn menegakkan agama Allah.

.’ اللهُ أَكبرِكَبِيرَا ، وَالْحَمْدَ لله كَثِيرَا وَسُبْحَانَ اللهَ بِكْرَةٍ وأصيلا ، لَا إله إلّا اللهَ وَحْدِهُ صدقَ وَعْدِهُ وَنَصْرَ عَبْدِهُ وَأَعِزُ جُنْدَهُ وَهَزْمَ الاحزاب وَحْدِهُ

“Allah menepati janjinya, Allah menolong hamba-Nya dalam melawan musuh-musuhnya, Allah memperkuat tentara-tentara-Nya, Allah mengalahkan kekuatan-kekuatan musuh.”

Agama Islam dengan segala syariat dan aturannya diturunkan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mempunyai kepentingan apapun di balik pensyariatan agama ini. Allah menurunkan Agama Islam hanya dengan satu tujuan yaitu kebahagiaan manusia. Aturan dan hukum Allah hanya untuk kebahagiaan manusia.

(وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ )[العنكبوت: 6]

“Barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (Al-Ankabut: 6)

(قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ )[يونس: 108]

“Katakanlah, ‘Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu.” (Yunus: 108)

Perjuangan menegakkan agama Allah adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama manusia. Kita yakin kebahagiaan manusia dan kesejahteraan hanya akan terwujud dengan Islam. Umar Radhiyallahu Anhu berkata,

كَنَّا أَذُلَّ قُوَّمِ ، فَأَعِزُنَا اللهَ بالإسلام ، فَمَهْمَا اِبْتَغَيْتُم الْعَزَّةَ بِغَيْرَه أَذُلَّنَا اللهَ

“Dahulu kami adalah bangsa yang paling hina, kemudian Allah memuliakan kami dengan Islam. Seandainya kalian mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Allah akan menjadikan kita bangsa yang hina!”

Imam Malik berkata,

لَا يُصْلِحُ لِهَذِهِ الأمة إلّا بِمَا صلحَ بِهِ أَوَلَهُ

“Tidak ada yang bermanfaat bagi Umat ini kecuali Sesuatu yang dulu bermanfaat bagi pendahulunya (yaitu Islam).”

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Al-Qur’an bercerita tentang perjuangan menegakkan agama Allah,

(إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ) [التوبة: 111]

“Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ 10 تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ) [الصف: 10-11]

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.”

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Perjuangan menegakkan agama Allah harus diteruskan, karena apabila kita berhenti dan berputus asa maka kita termasuk orang-orang yang meninggalkan syariat Allah.

di sisi lain, ketika kita berhenti berjuang dan rela dengan selain syariat Allah maka azab Allah menanti kita. Allah telah menghancurkan kaum-kaum terdahulu karena mereka tidak memegang syariat Allah.

(أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ6 إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ7 الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ8 وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ 9 وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ10 الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ11 فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ 12 فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ )[الفجر:6-13]

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain. Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah. Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak) yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri. Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu. Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab” (Al-Fajr: 6-13)

Allah tidak hanya menghancurkan pemimpin. Akan tetapi para pengikut, pihak-pihak yang mendukung pemimpin akan turut dihancurkan. Bukankah Allah menghancurkan Fir’aun, Haman, Qarun, tentara Fir’aun dan para pengikutnya?

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Apakah kita sudah mempunyai sikap positif terhadap perjuangan menegakkan agama Allah? Apakah kita sudah berbuat untuk perjuangan ini? Kalau belum, maka bersegeralah berbuat dan beramal untuk mendukung perjuangan menegakkan agama Allah. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengazab orang-orang yang beriman, beribadah tapi tidak berbuat untuk menegakkan Agama-Nya.

Sekecil apapun amal dan perbuatan kita, yang penting kita telah membuktikan dengan nyata bahwa kita ikut serta dalam menegakkan agama Allah agar kita terbebas dari siksaan Allah.

(أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ )[البقرة: 214]

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ’Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214).

Bentuk keberpihakan kita pada perjuangan menegakkan agama Allah dengan berperan aktif dalam berdakwah, menyeru manusia ke jalan Allah.

) وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ164 فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ 165)[الأعراف: 164-165]

“Dan (Ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, ”Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” mereka menjawab, ”Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (Al-A’raaf 164)

Kita akan masuk surga langsung tanpa dimasukkan ke dalam neraka, kecuali apabila kita bersikap positif dengan perjuangan menegakkan agama Allah.

عن جَابِرٍ أَنَّ رَجُلًا (النُّعْمَانُ بن قَوْقَلٍ )سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ: فقال أَرَأَيْتَ إذا صَلَّيْتُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ وَصُمْتُ رَمَضَانَ وَأَحْلَلْتُ الْحَلَالَ وَحَرَّمْتُ الْحَرَامَ ولم أَزِدْ على ذلك شيئا أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ قال نعم قال والله لَا أَزِيدُ على ذلك شيئا

Hadirin yang dimuliakan Allah!

Marilah kita selalu meningkatkan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjaga diri dari api neraka dengan amal yang mendukung perjuangan menegakkan agama Allah.

بَارُّكَ اللهَ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآن الْعَظِيمَ ، وَنَفِّعِنَّي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيه مِنْ الآيات وَالذّكرَ الْحَكِيمَ عِبَادَ اللَّهِ! (! إِنَّ اللَّهَ (وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا )

[الأحزاب: 56]

اللَّهُمُّ صِلِّ وَسَلْمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدَ وَعَلَى آله وَصحابَتَهُ وَمِنْ اِهْتَدَى بِهُديِهُ واستن بِسَنَتِهُ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ .ثَمَّ اللَّهُمُّ اُرْضُ عَنْ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ أَبِي بَكَرَ وَعَمَرَ وعثمان وَعَلَيِي وَعَلَى بَقِيَّةَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعَ التَّابِعِينَ وَعَلَينَا مَعَهُمْ بِرَحِمَتِكَ يا أَرحمَ الرَّحِمِينَ .

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات .

رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلإخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإيْماَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ )[آل عمران: 8]

(رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ )[الأعراف: 23]

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

(رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ) [البقرة: 201]عِباَدَ الله، إنَّ الله يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالإحْسَان وَإيتاَء ذِي القُربَى وَينْهىَ عَن الفحشَاء والمنكَر والبَغي يعِظُكم لعلكم تذكرون، فَاذكُرُوا الله العَظِيم أقول قَولِي هَذا وأستغْفِر الله لِي ولَكُم ، اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْألُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلِذِكْر اللهِ أكْبَر، وَالله ُيَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، أقِيْمُوْا الصَّلاَة